<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sharing Thru Writing</title>
	<atom:link href="http://smasa96jember.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smasa96jember.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi Lewat Tulisan &#124; Blog Alumni SMASA 96 Jember</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Aug 2010 03:26:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smasa96jember.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/348a57bfb2186fdd3923150a9a84d1d3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Sharing Thru Writing</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smasa96jember.wordpress.com/osd.xml" title="Sharing Thru Writing" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smasa96jember.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hai-hai&#8230;</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/08/12/hai-hai/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/08/12/hai-hai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 03:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamayo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya dah kangen liat tulisan kalian-kalian. Tapi  kok pada nggak aktif lagi ya&#8230; Yuk semua, Kita berbagi lagi lewat tulisan.. Nggak usah panjang, atau takut nulis nggak penting. Toh intinya kita bikin blog ini untuk memperkuat tali silaturahmi kita kan&#8230; Saya juga nggak pandai nulis.. nggak juga cukup pengetahuan yang bisa dibagi kecuali perkuean.. tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=120&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya dah kangen liat tulisan kalian-kalian. Tapi  kok pada nggak aktif lagi ya&#8230; Yuk semua, Kita berbagi lagi lewat tulisan.. Nggak usah panjang, atau takut nulis nggak penting. Toh intinya kita bikin blog ini untuk memperkuat tali silaturahmi kita kan&#8230; Saya juga nggak pandai nulis.. nggak juga cukup pengetahuan yang bisa dibagi kecuali perkuean.. tapi ya itulah.. melihat tulisan terakhir kok dibuat januari lalu.. Rasanya dah 7 bulan nih blog dibiarin nganggur nggak ada yang ngisi. sayang aja&#8230; Yuk temen.. disela kesibukan kita, kita mulai lagi nulis dan berbagi tulisan hehehe&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=120&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/08/12/hai-hai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c0615331712100263aae6bc998ffbbba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mamayo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pluralisme &gt;&lt; Fundamentalisme</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/10/pluralisme-fundamentalisme/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/10/pluralisme-fundamentalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 20:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smasa96jember</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor: Heru Alfyanto Malay Jika dalam catatan sebelumnya saya bahas tentang pluralisme, maka di catatan ini saya tampilkan &#8216;lawan&#8217; nya yaitu fundamentalisme. Apa itu fundamentalisme? Ada banyak sekali definisi fundamentalisme, salah satunya dari Oxford Dict yaitu strict following of the basic of any religion. Definisi tersebut tidak secara khusus menunjuk agama tertentu, karena dalam kenyataannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=111&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Kontributor: Heru Alfyanto Malay</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jika dalam catatan sebelumnya saya bahas tentang pluralisme, maka di catatan ini saya tampilkan &#8216;lawan&#8217; nya yaitu fundamentalisme. Apa itu fundamentalisme?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada banyak sekali definisi fundamentalisme, salah satunya dari Oxford Dict yaitu <strong><em>strict following of the basic of any religion</em></strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/rizieq-vs-gus-dur1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-114" title="Rizieq vs Gus Dur" src="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/rizieq-vs-gus-dur1.jpg?w=300&#038;h=277" alt="" width="300" height="277" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Definisi tersebut tidak secara khusus menunjuk agama tertentu, karena dalam kenyataannya fundamentalisme ada di banyak agama. Istilah itu sendiri awalnya berkembang dalam masyarakat Eropa yang mayoritas non-muslim. Tapi mengapa saat ini pandangan mata dan telunjuk masyarakat dunia terarah ke kaum muslimin saat membicarakan fundamentalisme? Bahkan lebih dari itu, menyamakan fundamentalisme dengan terorisme. Itulah keberhasilan fitnah keji Amerika dan sekutunya, sehingga seorang &#8220;Muslim Fundamentalis&#8221; identik dengan teroris !</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-111"></span>Mengacu kepada definisi fundamentalisme di atas, maka seorang muslim fundamentalis akan melaksanakan ajaran agamanya secara lurus berdasarkan prinsip dasar ajaran Islam. Tidak aneh-aneh, tidak mengada-ada, hanya berpegang teguh kepada dasar ajaran Islam yang bersumber dari Al Quran dan Al Hadits</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Catatan : Istilah muslim fundamentalis hanya saya gunakan di catatan ini, sekedar untuk memudahkan pembaca membedakannya dengan kaum Pluralis Liberalis. Dalam kenyataannya, Islam tidak mengenal istilah ini. Hanya ada satu Islam !</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Apakah itu berarti Islam menutup pintu terhadap penggunaan akal dalam beragama?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja tidak. Al Quran menantang manusia untuk menggunakan akal agar dapat memahami kekuasaan Allah. Tapi akal manusia terbatas, ilmu yang dmilikinya juga terbatas, tidak sebanding dengan Allah yang Maha Berilmu. Ayat-ayat Al Quran saja banyak yang baru dapat difahami berabad-abad setelah diturunkannya, setelah ilmu pengetahuan mampu mencapainya. Dan masih banyak lagi yang beum terungkap, menunggu manusia berpikir dan berusaha untuk memahaminya. Maka sangat aneh jika ada seorang yang mengaku muslim menuhankan akalnya, dan menganggap Al Quran tidak sempurna, hanya karena belum dapat memahaminya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah Fundamentalisme itu sama dengan Terorisme?</p>
<p style="text-align:justify;">Tentu saja tidak. Seorang Fundamentalis tentu faham bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Islam juga mengajarkan kasih sayang dengan sesama. Tidak ada ajaran teror dalam Islam. Ayat-ayat yang memerintahkan berperang mesti difahami secara utuh, tidak sepotong-sepotong, mesti dilihat juga ayat sebelum dan sesudahnya, serta asbabun nuzulnya (sebab turunnya ayat tersebut). Hanya fitnah dari musuh-musuh Islam lah yang memutarbalikkan kenyataan tersebut. Sayangnya, sebagian muslim ikut termakan fitnah tersebut, sehingga merasa perlu untuk merevisi ajaran Islam. Naudzubillah&#8230; Itulah kaum yang menamakan diri mereka Islam Liberal.</p>
<p style="text-align:justify;">Liberalis tersebut dalam banyak kesempatan juga mengkampanyekan Pluralisme, yang mereka percayai sebagai solusi bagi terciptanya perdamaian antar umat beragama. Ada banyak definisi tentang Pluralisme, tapi yang saya pakai adalah yang tertera dalam fatwa MUI tentang haramnya Pluralisme, Liberalisme dan Sekularisme. Mengapa definisi ini yang saya pakai? Karena definisi inilah yang bermasalah dan menjadi pertentangan antara kaum Pluralis dengan Fundamentalis. Jika yang dimaksud dengan Pluralisme sebatas pengakuan dan perlindungan terhadap kemajemukan, maka tentu tidak ada masalah karena selaras dengan ajaran Islam</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh kasus pertentangan antara kaum Pluralis Liberalis dengan kaum Fundamentalis adalah masalah Ahmadiyah. Kaum Pluralis Liberalis membela Ahmadiyah dan ingin menjamin kebebasan hidup faham Ahmadiyah tersebut. Sementara Fundamentalis Islam menginginkan satu diantara dua hal; 1) pengikut Ahmadiyah bertobat, meninggalkan ajaran tersebut dan kembali kepada dasar ajaran Islam, atau 2) Memproklamirkan Ahmadiyah sebagai agama baru yang tidak ada kaitannya dengan Islam</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi fundamentalis Islam tidak memaksa pengikut Ahmadiyah untuk beriman sesuai keyakinan mereka, tapi memberikan alternatif. Jika pengikut Ahmadiyah tetap berkeras untuk meng-klaim sebagai muslim, tapi tetap menjalankan ajaran Ahmadiyah yang banyak menyimpang dari ajaran Islam, maka itulah yang dilarang ! Salahkah kaum fundamentalis?</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda mengaku anggota Pramuka, tapi tidak mengakui Robert Baden-Powell sebagai Bapak Pramuka (Kepanduan) Dunia, atau mengganti lambang tunas kelapa dengan pohon pisang atau lainnya, mungkinkah organisasi Pramuka dan Kepanduan Dunia akan membiarkan saja? Anda akan dibiarkan hanya jika mendirikan organisasi tersendiri, yang terlepas sama sekali dari Kepanduan Dunia, tidak menggunakan atributnya apalagi mengaku sebagai bagian dari Kepanduan tersebut. Jika anda ngotot mengaku sebagai anggota Pramuka, maka pastilah anda dituntut untuk menaati segala peraturan dan kelaziman yang berlaku di organisasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap komunitas, formal maupun informal pastinya punya aturan dan kelaziman yang harus ditaati oleh anggotanya. Jika tidak, maka silahkan keluar dari komunitas tersebut. Jika sudah jelas berbeda, mengapa harus disama-samakan? Sederhana saja bukan? </p>
<p style="text-align:justify;">Terjadinya aksi kekerasan oleh fundamentalis Islam bukanlah disebabkan oleh ajaran Islam. Ada banyak faktor penyebabnya. Provokasi &#8216;lawan&#8217;, ketidakmampuan menahan emosi si fundamentalis sendiri (yang mungkin disebabkan kurangnya ilmu), hingga ketidaktegasan aparat selaku pengayom masyarakat. Tidaklah adil menilai fundamentalis Islam secara keseluruhan sebagai pelaku teror (teroris) dari ulah beberapa oknum anggotanya. Nilailah dari prinsip ajarannya. Sekali lagi, Islam tidak mengajarkan teror tetapi sebaliknya kedamaian. Itulah yang seharusnya dilaksanakan oleh setiap fundamentalis Islam. </p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, dimanakah kesalahan &#8220;Fundamentalisme Islam&#8221;? Masih perlukah mengikuti ajaran &#8220;Pluralisme&#8221;?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=111&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/10/pluralisme-fundamentalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49d5b5601c48a6775e6f2e69d5a7e0d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smasa96jember</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/rizieq-vs-gus-dur1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rizieq vs Gus Dur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulasan Ringan tentang Pluralisme</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/09/ulasan-ringan-tentang-pluralisme/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/09/ulasan-ringan-tentang-pluralisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 12:06:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smasa96jember</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor: Heru Alfyanto Malay Gus Dur telah meninggal, tetapi kepergiannya justru mengangkat kembali popularitasnya yang semakin melorot beberapa tahun terakhir ini. Mirip dengan Michael Jackson. Entah fenomena apa ini, yang pasti pers memegang peranan untuk mem-blow up kematian mereka. Tidak mustahil memang ada pihak yang berkepentingan untuk menarik keuntungan dari &#8216;kebesaran&#8217; kedua tokoh tersebut. Album [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=104&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Kontributor: Heru Alfyanto Malay</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Gus Dur telah meninggal, tetapi kepergiannya justru mengangkat kembali popularitasnya yang semakin melorot beberapa tahun terakhir ini. Mirip dengan Michael Jackson. Entah fenomena apa ini, yang pasti pers memegang peranan untuk mem-blow up kematian mereka. Tidak mustahil memang ada pihak yang berkepentingan untuk menarik keuntungan dari &#8216;kebesaran&#8217; kedua tokoh tersebut. Album Jacko meledak kembali dan menghasilkan jutaan US Dollar yang pastinya tidak dinikmati sang superstar. Sedangkan nama Gus Dur di-&#8221;jual&#8221; banyak pihak untuk menarik dukungan massa, yang belum tentu sesuai dengan keinginan beliau. Salah satu yang paling banyak digembar-gemborkan adalah &#8220;Gus Dur Bapak Pluralisme&#8221;. Catatan ini memang bukan membahas kehidupan pribadi Gus Dur, karena membicarakan orang yang sudah meninggal, apalagi keburukannya terlarang bagi seorang muslim. Yang akan dikritisi (secara ringan) di sini adalah pemikiran beliau, karena pemikiran tersebut tetap hidup, bahkan makin mendapat tempat di tengah euforia pendukung dan pemuja Gus Dur belakangan ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/gus-dur.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-105" title="gus-dur" src="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/gus-dur.jpg?w=167&#038;h=300" alt="" width="167" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu Pluralisme?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-104"></span>MUI mendefinisikan Pluralisme sebagai suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah <em>relative</em>; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. MUI pun telah mengeluarkan fatwa bahwa Pluralisme (bersama-sama dengan Liberalisme dan Sekularisme Agama) adalah sesat.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak semata-mata mengangkat fatwa MUI di atas, karena kalangan sekularis liberalis pasti menolaknya. Tapi saya tahu kalangan ini &#8216;menuhankan&#8217; akal mereka, sehingga saya coba dekati dengan pendekatan akal pula. Lagi pula ini hanya ulasan ringan, terlalu berat jika harus perang ayat dan mengutip dalil-dalil dari Al Quran dan Al Hadits.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap manusia yang mengaku beragama Islam, pastilah pernah mengucapkan dua kalimat syahadat yang berarti menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Tiada Tuhan selain Allah artinya Islam itu monotheis, hanya mengakui satu Tuhan. Jika Islam yang monotheis itu disamakan dengan agama lain yang mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah Tiga di dalam Satu (Trinitas) atau sebaliknya Satu di dalam Tiga (Trimurti) atau ajaran lain lagi yang tidak menuhankan siapa-siapa tapi hanya mengajarkan akhlaq mulia, maka sungguh hanya akal segelintir orang saja yang bisa menerima penjelasan rumit tersebut. Samakah satu dengan tiga? Samakah satu dengan nol (tiada)? Itu baru satu persoalan tentang jumlah bilangan Tuhan. Belum lagi ajaran tentang kehidupan di alam selanjutnya. Islam mengajarkan akan adanya kehidupan yang abadi setelah kematian. Setiap makhluk akan dibangkitkan kembali dengan keadaan yang berbeda-beda, antara lain tergantung amalnya di dunia. Seorang yang shaleh tentu berbeda dengan seorang pendosa. Agama lain ada yang mengajarkan bahwa sudah ada penebusan dosa bagi mereka yang beriman dengan agama tersebut. Jadi tidak perlu khawatir lagi berbuat dosa di dunia, toh nanti akan terbebas dari tanggung jawab karena sudah ada yang menebus. Agama yang lain tidak mengajarkan kehidupan abadi di alam akhirat tersebut, tapi mengajarkan adanya reinkarnasi. Jadi kita akan hidup kembali dalam sosok yang berbeda di masa yang akan datang, tapi kehidupan tersebut tetaplah di dunia yang fana ini. Agama yang lain lagi mengajarkan yang lain pula. Masih banyak ajaran-ajaran yang berbeda di setiap agama. Perbedaannya sangat fundamental.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bagaimana mungkin menyamakan setiap agama? Kalaupun ada yang sama, tentu tidak berarti semua agama bisa disamakan. Lelaki dan Perempuan itu berbeda, meskipun sama-sama manusia, sama-sama berjalan dengan dua kaki, sama-sama berfikir dengan otaknya, merasa dengan hatinya, melihat dengan matanya, dst. Seorang lelaki bisa sangat marah jika dikatakan mirip perempuan (demikian sebaliknya), tidak mau disama-samakan. Itu sederhana sekali, sangat mudah dimengerti bahkan oleh orang yang tidak berpendidikan tinggi, bukan ? Kalau pun ada klaim dari para pluralis bahwa faham pluralisme adalah jalan menuju perdamaian dunia, sudahkah itu terbukti? Pluralis menuduh bahwa klaim sepihak dari masing-masing agama bahwa agamanya lah yang benar merupakan penyebab pertikaian di dunia, benarkah demikian? Sejak Adam as turun ke Bumi dan memiliki keturunan, pertikaian bahkan pertumpahan darah sudah terjadi. Lupakah anda kisah Habil dan Qabil? Apakah pertumpahan darah tersebut disebabkan faktor perbedaan agama? Kemudian terjadinya kolonialisme dunia ke tiga oleh bangsa-bangsa Eropa, apakah disebabkan faktor agama? Lalu Perang Dunia I dan II apakah karena agama? Juga pertikaian dan peperangan yang terjadi saat ini apakah faktor agama? Kalau lah Pluralis, Sekularis dan Liberalis mau jujur menelusuri akar penyebab semua pertikaian di Bumi sejak jaman Adam as hingga saat ini, maka saya yakin kita akan bersepakat bahwa penyebabnya adalah faktor keserakahan manusia semata! Keserakahan akan harta, tahta dan wanita. Mungkinkah ummat beragama hidup rukun berdampingan jika masing-masing mengklaim kebenaran agamanya? Sangat mungkin! Jika muslim meng-klaim Islam sebagai agama yang benar, sedangkan pemeluk agama yang lain juga menyatakan agamanya lah yang benar, apakah itu berarti semuanya benar? Saya jawab: Tidak! Kalau demikian, bagaimana bisa damai?</p>
<p style="text-align:justify;">Kebenaran masing-masing agama harus diyakini oleh pemeluknya, tanpa memaksakan kebenaran tersebut untuk diyakini juga oleh pemeluk agama lain. Untuk mu agama mu, untuk ku agama ku. Jika tidak ada pihak yang mencampuri urusan agama lain, maka tidak akan timbul konflik. Sederhana saja bukan? Lalu apakah dengan demikian masing-masing ummat menjadi ekslusif? Dalam soal aqidah (keimanan) dan ibadah ya, tapi dalam hal muamalah (hubungan kemasyarakatan) tidak. Kita bisa bertetangga dengan baik tanpa membicarakan soal ke-Tuhan-an, tanpa ikut ke tempat peribadatan agama lain, dan tanpa ikut merayakan hari besar keagamaan lain. Kita bisa membicarakan dan melakukan banyak hal bersama-sama, karena urusan duniawi demikian banyak dan kompleksnya. Kita sama-sama butuh makan dan kebutuhan pokok lainnya, sama-sama butuh istirahat/hiburan, dan banyak lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang fundamentalis tetap dapat menjadi seorang humanis. Indonesia adalah contoh yang baik untuk kerukunan umat beragama. PBB dan banyak organisasi dunia lainnya sudah menyampaikan pujian untuk &#8216;prestasi&#8217; ini. Lihatlah sejak berabad-abad yang lalu orang batak (Tapanuli) sangat rukun dengan sesamanya meski berbeda agama. Tidak hanya di kampung asalnya, mereka tetap rukun saat jauh di rantau. Maluku juga damai tenteram sejak dahulu, dan baru berdarah-darah beberapa tahun yang lalu (justru saat faham pluralisme mulai populer). Kalau ingin melihat langsung bagaimana kerukunan antar ummat beragama terjadi secara nyata di Indonesia, datanglah ke kota Jakarta yang merupakan miniatur Indonesia. Semua suku dan semua agama ada di sini. Mereka bekerja bersama, sekolah bersama, membersihkan dan menjaga lingkungan tempat tinggalnya bersama, tapi beribadah di tempat yang berbeda. Apakah itu terjadi karena faham pluralisme? Semoga kaum pluralis tidak ke-GR-an untuk mengklaim demikian <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=104&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/09/ulasan-ringan-tentang-pluralisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49d5b5601c48a6775e6f2e69d5a7e0d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smasa96jember</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/gus-dur.jpg?w=167" medium="image">
			<media:title type="html">gus-dur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Cerpen] Pilihan Cinta &#8211; Bagian 2</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-2/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 09:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Bagian-1 dapat dibaca di:  http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/ *** Seperti berjalan di titian setipis rambut, Fatih merasakan pikirannya terombang-ambing tak menentu. Hatinya bergemuruh dan ingin meledakkan desakan hati yang telah tersimpan rapi oleh keimanan pada_Nya. Ingin rasanya ia teriakkk&#8230;tapi&#8230;hanya lirih dan tetes air mata yang menyertai  pengaduannya pada Rabb..satu-satunya Rabb&#8230; &#8220;Ya Allah, ampunkanlah segala kekhilafan hamba-Mu ini. Hamba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=84&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagian-1 dapat dibaca di:<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/" target="_self"><em>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/</em></a></p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti berjalan di titian setipis rambut, Fatih merasakan pikirannya terombang-ambing tak menentu. Hatinya bergemuruh dan ingin meledakkan desakan hati yang telah tersimpan rapi oleh keimanan pada_Nya. Ingin rasanya ia teriakkk&#8230;tapi&#8230;hanya lirih dan tetes air mata yang menyertai  pengaduannya pada Rabb..satu-satunya Rabb&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Ya Allah, ampunkanlah segala kekhilafan hamba-Mu ini. Hamba telah berbulat hati untuk meneruskan proses melalui biodata ini, tetapi &#8230; &#8220;,</em> dengan bersujud ia meneruskan curhatnya pd Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Rintik hujan pun turun seakan mengiringi mendung di hati Fatih. Pagi belum juga menunjukkan wajahnya, Fatih segera bergegas berjalan keluar kost menuju rumah Murobbinya. Sesampainya di rumah petak yang tak begitu besar, keluarlah seorang laki-laki dengan senyum ramahnya menyambut Fatih.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span id="more-84"></span>&#8221; Ada apa akhi..?&#8221;</em> sapanya ramah. Sambil duduk di teras depan, Fatih pun mulai menceritakan kejadian sore kemaren yang telah membuat galau hatinya. Mata Fatih pun terlihat berkaca-kaca ketika ia mengakhiri ceritanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;jadi begitu ya Akhi&#8230;hm&#8230;hm&#8230;susah juga sich &#8220;</em>. Murobbinya pun terdiam sesaat dan menampakan dahinya berkerut. &#8220;<em>Antum akan melangkah bagaimana selanjutnya ?&#8221;</em> Tanya murobbinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;gak tau Akhi&#8230;segala sesuatu rasanya menjadi tak jelas. Ada perasaan bimbang di hati Ana, tapi juga perasaan kesal. Ada perasaan sedih juga tapi dibalik itu Ana tidak memungkiri ada sebercik pengharapan di saat Ana mendengar pernyataan Aisyah &#8220;</em>. <em>&#8221; Ana jadi merasa seperti orang bodoh yang tidak tau bagaimana melangkahkan kaki” .</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Istighfar Akhi&#8230;istighfar pada Allah&#8221;</em>, agak keras dan menekan suara Murobbi padanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Antum jangan seperti tak ber-asa begitu !&#8221;</em>, <em>&#8220;ingat&#8230;</em> <strong><em>Laa yukallifullaahu nafsan illa wus&#8217;aha</em></strong> <em>ini adalah ujian dr ALLAH sekaligus peringatan dr-Nya utk mengingatkan Antum dlm bergaul, jaga hijab&#8230;jaga hijab&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Lirih suara Fatih menjawab, <em>&#8221; ya Akhi..ya Allah ampunilah hamba. Hamba telah khilaf &#8220;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Jadi bagaimana Fatih, kalo kecenderungan Antum bagaimana ?&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Fatih pun menjawab <em>&#8220;Ana agak bingung akhi, kalo Ana merespon Aisyah pdhal ada seorang akhwat dlm biodata ini sedang menunggu kelanjutan proses, tapi kalo Ana meneruskan proses biodata ini, Ana takut menyakiti hati Aisyah, dan Ana tidak bisa melakukan itu&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Antum sayang pada Aisyah ?&#8221;</em> tanya Murobbinya agak vulgar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;eh&#8230;hh..tidak tau Akh, Ana punya perasaan bahwa Ana ingin selalu membuat ia tersenyum. Bila ia sedih, Ana selalu tidak tahan untuk tidak menanyakan sebabnya, krn Ana ingin membantu menghapus kesedihannya, ada perasaan haru juga kalo melihat ia sedih&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Kalo begitu, Antum sayang itu namanya&#8221;</em>, kata Murobbi.<em>&#8220;Trus bagaimana Fatih&#8230;? Apa keputusanmu ?. Saat ini Ana tidak dapat memberikan nasehat pd Antum selain &#8211; Luruskan kembali Niat Antum utk menikah. Ingat dalam surat Al-Baqarah 216 Allah mengatakan &#8230; <strong>Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui</strong></em><strong>.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat Fatih merenungkan kembali makna ayat tersebut<em>&#8230;.&#8221;Insya Allah izinkan Ana untuk sholat istikharah dulu Akhi&#8230;&#8221;</em> pinta Fatih.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Tafadhal Akhi&#8230;semoga Allah SWT senantiasa memberimu pentunjuk-Nya.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Tiga malam berturut-turut kemudian, Fatih lebih getol ber-taqarrub pada Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Ya ALLAH, hamba serahkan nasib dan takdir hamba kepada-Mu. Tapi izinkan hamba meminta pada-Mu Rabb, Pilihkan hamba seorang pendamping yang dapat menjadi Qurrata a&#8217;yun, seorang akhwat yang mampu membangkitkan semangat jihad hamba dalam dalam mengarungi medan kehidupan ini. Seorang hawa yang tak pernah lupa mengingatkan hamba untuk selalu berjalan diatas di jalan-Mu.&#8221;</em> &#8230; <em>&#8221; Seorang Istri jika hamba memandangnya akan mengingatkanku pada Engkau ya Rabb&#8230;.tidak&#8230;tidak&#8230;malah membuat hamba menjadi lebih bersedih dan tidak bersemangat&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Ya Rahman&#8230;hamba serahkan hidup matiku untuk-Mu, maka pilihkanlah teman sejati yang juga sanggup berkorban demi mencintai-Mu…&#8221;</em>, derai airmata ikut membasahi sajadah tempat Fatih bersujud mengadukan kegalauan hatinya pada Sang Maha Penggenggam hati manusia, Allahu Ar-Rahman, Yang Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Siang yang tak begitu terik setelah hujan mengguyur sesaat di pagi harinya. Fatih terlihat menunggu di koridor timur Masjid Salman bersama dengan rekan kampusnya, Hafidz.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Apakah sudah Mantap keputusan Antum ?&#8221;</em> tanya Hafidz padanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Insya Allah siap akhi, Bismillahi tawakkaltu alALLAH&#8221;, </em>terdengar mantap suara itu dari mulut Fatih.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; yach..Ana juga bantu do&#8217;akan Antum, sekali melangkah..jangan mundur lagi kalo memang itu untuk Ridlo Allah,</em> <strong><em>faidza &#8216;azzamta fatawakkal &#8216;alALLAH</em></strong><em> ..&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Insya Allah&#8230;&#8221;</em> terputus kata-kata Fatih, saat dilihatnya dua orang akhwat menghampiri mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka Aisyah bersama teman akhwatnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Ass.Wr.Wb. kakak &#8220;, &#8221; ada apa kak pengen ketemu Aisyah ?&#8221;</em> sambil tersenyum ia bertanya pada Fatih.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Wa&#8217;alaikumussalam Ukhti&#8230;Ana ada titipan surat nich&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; dari siapa kak ? &#8220;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; dari Ana, ini tentang progress proses qta. Afwan tidak bisa mengatakan langsung&#8221;</em>, kata Fatih agak pelan</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; gpp kok kak, Aisyah malah lebih senang begini, jadi Aisyah gak keliatan kalo malu&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; iya Ukhti..afwan kabbir &#8230; Kakak pamit dulu ya.”,  &#8221;Assalaamu’alaikum….&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kebingungan dengan sikap Fatih&#8230;tetapi dengan terpaksa juga Aisyah menjawab <em>&#8220;Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aisyah pun saling berpandangan dg temannya, bingung. Seakan-akan ada perasaan bahwa itu adalah perjumpaan terakhir ia dengan kak Fatih, seakan-akan ada suatu batas yang tidak mungkin ditembus, dan sejuta perasaan aneh lainnya. Tapi Aisyah tetap tidak bisa menduga, hanya perasaan asing menghinggapi sanubarinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Jadi begitu Akhi..Antum mau meneruskan proses dg biodata yang Ana berikan ?&#8221;</em>, tanya murobbinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Insya Allah akh, do&#8217;akan ya&#8221;</em> balas Fatih padanya</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Lalu bagaimana dengan Aisyah ?&#8221;</em> tanya lagi Murobbi</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; ALLAH yang akan menjaganya Akh !&#8221;</em>, mantap jawaban Fatih, seakan-akan keluar dr keyakinan hati.  Ya itulah iman, keteguhan iman Fatih pada Rabbul &#8216;Izzati sang Khaliq.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Apakah Aisyah bisa menerimanya Akh ?&#8221;</em> tanya Murobbi lebih lanjut.</p>
<p style="text-align:justify;">Fatih-pun menjawab<em>,&#8221; Lewat surat akh&#8230;Ana berikan pernyataan Ana lewat surat. Insya Allah itu penjelasan yang cukup. Intinya bahwa Pilihan Cinta Ana adalah Ana lebih mengharapkan Cinta dari Allah, Sang Maha Pemberi yang mengkaruniakan cinta pada makhluq-Nya.&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Barakallah Akhi&#8230;semoga ALLAH membarokahi langkah Antum&#8221;</em>, do&#8217;a Murobbinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di belahan bumi yang lain, Aisyah penasaran ingin membuka surat dr Fatih. Ia merasakan ada sesuatu  hingga Fatih memberikan surat padanya. Bergegas ia masuk ke ruangan kesayangannya, tempat ia berkarya menyusun program-program kerja organisasi yang dijalankannya bersama Fatih.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan hati  harap-harap cemas aisyah membuka amplop surat itu diiringi dengan lafal <strong><em>&#8220;Bismillaahi Laa Yadhurru Ma&#8217;asmihii Syai-un Fil Ardhi Wa Laa Fissamaa-i Wahuwassamii&#8217;ul &#8216;Aliim&#8221;</em></strong><em> </em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sorot matanya tajam menyimak kata demi kata demi memahami maksudnya yang tersurat. Sesaat Aisyah memfokuskan diri sekali lagi pada suatu kalimat yang ia pahami bahwa <strong>FATIH TIDAK BISA MELANJUTKAN PROSES DENGAN DIRINYA&#8230;..</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hanya ucapan <strong><em>&#8216;Innaalillaahi Wainna Ilaihi Rooji&#8217;uun&#8217;</em></strong> mengiringi kekecewaan dan sederet perasaan yang tak menentu dalam hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Mungkinkah&#8230;.? Ya Allah&#8230;.!!!”</em> ucap Aisyah lirih seketika.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak kuasa ia membendung air mata yang mengalir di pipinya mengawakili perasaan sedih yang mendominasi hatinya&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Hening&#8230;..Kemudian ia mengambil buku diary kesayangannya, tempat ia menuangkan segala isi hatinya di luar waktu-waktu sholatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Diary&#8230;.sungguh kenyataan yang harus kuterima ini begitu pahit, begitu menyakitkan dan begitu mengguncangkan qolbuku. Selama apapun tarbiyah yang kudapati dari Murobbiyahku, sebanyak apapun buku-buku harokah yang telah kubaca dan sesering apapun keterlibatanku dalam kerja-kerja dakwah, tetap saja tidak bisa menghalangi sisi fithrah kewanitaanku yang lemah, butuh kasih sayang dan pengertian ini, <em>I just A women</em>, hanya seorang akhwat yang fithrahnya senang diperhatikan, suka dihargai dan yang terpenting lagi aku sangat suka bila diri ini dibutuhkan&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Akh Fatih kenapa kau biarkan diri ini berharap, mengapa kau beri waktu diri ini berfikir kalau kau butuhkan sebagai pendamping, sebagai manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain, bagi mu&#8230; Teganya kau, kenapa tak segera kau beri tahu saja aku segera, dan sesegera mungkin ketika kau tersadar akan kekhilafanmu&#8230; sehingga tidak memberi peluang bagi diri ini untuk memikirkan pembenaran atas sikapmu yang mengkhitbah aku.</p>
<p style="text-align:justify;">Adilkah ini? Apakah wanita sudah kodratnya menjadi pihak kedua dalam sebuah perjanjian hidup? pihak yg selalu dinomorduakan atas suatu keputusan penting?&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Astaghfirullah&#8230;. sudah adzan Dhuhur”</em>, waktu terasa amat cepat berlalu sejak pagi tadi ia berjumpa Fatih, Aisyah teringat terakhir kali ia menghadap Robb-Nya yaitu saat sholat Dhuha sebelum ia bertemu Fatih.</p>
<p style="text-align:justify;">Bergegas Aisyah pergi ke kamar mandi. dibasuhnya muka membersihkan atsar-atsar air matanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Khusyyuk&#8230;. Aisyah mengakhiri ritualnya dengan berdo&#8217;a kepada Sang Maha Penggenggam jiwanya:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Ya Robii&#8230; Ampunilah kekhilafan hamba, maafkan kelemahan diri ini dalam menjaga kesucian cinta yang seharusnya kupersembahkan kepadaMu.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah Yg Maha Membolak-balikan hati, tetapkan hati ini pada agamaMu, pada kesucian cintaMu dan hanya kepada syari&#8217;atMu.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah Ya Qowiyy&#8230; kuatkanlah hamba dalam menghadapi ujian ini, berilah hamba kekuatan agar dapat melaluinya dengan penuh keta&#8217;atan dan ketundukan kepadaMu.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ya Allah Ya Waduud&#8230; berikanlah hamba pengganti yang terbaik bagiku, seorang suami yang mencintaiku karena Mu, yang tidak berkurang cintanya kepadaMu, yang bisa membawaku ke jalan menuju Ridho dan cintaMu&#8230; Amiin Allahumma Amiin”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan&#8230; Aisyahpun menutup Diarynya&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Diary&#8230;., Diary&#8230;. Diary&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">udahan ah diary&#8230; Ishah cape nih</p>
<p style="text-align:justify;">- = SELESAI = -</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=84&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sifat/Watak Manusia dan Bantal</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/sifatwatak-manusia-dan-bantal/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/sifatwatak-manusia-dan-bantal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 08:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smasa96jember</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rileks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Menurut hasil penelitian anak mahasiswi psikologi Unpad yang dilakukan terhadap anak ITB, mereka membuat tabel sifat-atau watak dan perangai manusia berdasarkan cara memperlakukan Bantal pada saat mereka tidur, yaitu sebagai berikut: 1. Memeluk Bantal. Mereka yang suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni. Mereka mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap lukisan, musik dan sastra. Perasaan mereka halus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=83&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Menurut hasil penelitian anak mahasiswi psikologi Unpad yang dilakukan terhadap anak ITB, mereka membuat tabel sifat-atau watak dan perangai manusia berdasarkan cara memperlakukan Bantal pada saat mereka tidur, yaitu sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1. <strong>Memeluk Bantal</strong>. Mereka yang suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni. Mereka mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap lukisan, musik dan sastra. Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantik. Kadangkala ada yang bisa membaca peristiwa yang akan berlaku melalui mimpi. Mereka juga sangat prihatin terhadap kesusilaan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. <strong>Menggunakan Banyak Bantal.</strong> Mereka biasanya kurang keyakinan. Dalam kehidupan seharian mereka memerlukan banyak pendamping. Mereka jarang membuat keputusan sendiri, sebaliknya mendapatkan pandangan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">3. <strong>Tidur Dengan Satu Bantal.</strong> Mereka bukan jenis mengada-ngada dan boleh menerima keadaan seadanya. Mereka juga membuat keputusan berdasarkan fikiran dan bukan nafsu semata-mata.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-83"></span>4. <strong>Meletakkan Bantal Di Bawah Kaki.</strong> Mereka mempunyai sifat kurang baik. Mereka jarang bergaul dengan org ramai, malah kaku dalam pergaulan. Ini menyebabkan mereka cenderung bersifat egois. Mereka juga gemar menempuh jalan pintas untuk mencapai cita-cita. Mereka tdk suka berusaha.</p>
<p style="text-align:justify;">5. <strong>Tidur tanpa Bantal.</strong> Mereka memiliki sifat percaya diri yang sangat tinggi. Kadangkala sifat percaya diri ini akhirnya akan membawa kepada sifat ego.</p>
<p style="text-align:justify;">6. <strong>Tidak punya bantal.</strong> Kasian deh lo..</p>
<p style="text-align:justify;">7. <strong>Nemu bantal.</strong> Rejeki emang ngga kemana.</p>
<p style="text-align:justify;">8. <strong>Tidur gigit bantal.</strong> Laperrr banget tuh kayaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">9. <strong>Tidur sambil lempar bantal. </strong>Lagi marah ama management kebawa mimpi .</p>
<p style="text-align:justify;">10. <strong>Tidur di bawah bantal.</strong> Ngga jelas apa maunya, ga PD, minder ama sebelahnya kale&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=83&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/sifatwatak-manusia-dan-bantal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49d5b5601c48a6775e6f2e69d5a7e0d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smasa96jember</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Cerpen] Pilihan Cinta &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 03:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abinabilah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor: Idris Eko Putro April 24, 2006 (Revised by Aisyah Putri on May 05, 2006) Fatih masih khusyuk dalam sujud qiyamul-lailnya, bermunajat dengan segenap hati. “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatu di hati hamba. Engkaulah yang menetapkan takdir hamba, oleh karena itu ya Rabb, tetapkanlah yang terbaik bagi hidup hamba, dan bagi cita-cita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=80&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Kontributor: Idris Eko Putro</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>April 24, 2006 (</em><em>Revised by Aisyah Putri on May 05, 2006) </em></p>
<p style="text-align:justify;">Fatih masih khusyuk dalam sujud qiyamul-lailnya, bermunajat dengan segenap hati. <em>“Ya Allah, Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatu di hati hamba. Engkaulah yang menetapkan takdir hamba, oleh karena itu ya Rabb, tetapkanlah yang terbaik bagi hidup hamba, dan bagi cita-cita pernikahan hamba ini”.</em> . &#8230;. Fatih sangatlah takut jika pilihan untuk menikahnya didasarkan bukan karena Allah semata.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Aisyah insya Allah menerima tawaran kak Fatih untuk menikah &#8230;</em> &#8220;, . Akhirnya keluar juga keputusan yang sangat ditunggu-tunggu oleh Fatih untuk mengajak Aisyah menikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Aisyah adalah teman organisasi Fatih di salah satu yayasan sosial di Bandung. Mereka telah bertahun-tahun menjadi rekan kerja sekaligus rekan seperjuangan dalam membantu sesama.</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir masa studinya, Fatih sudah ber&#8217;azzam untuk menikah. Hal itu sudah ia ungkapkan melalui murabbinya, dan alhamdulillah beliau bersedia memberikan beberapa pilihan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Tapi, ana merasa ingin menikahi Aisyah Akhi. Selain karena keinginan menikah, saya memilihnya karena kami sudah sering ber-interaksi dalam kegiatan, jadi kami telah saling mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing&#8221;</em>, kata Fatih saat Murobbinya mempertanyakan lebih lanjut &#8216;azzamnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span id="more-80"></span>&#8221; Kalo Antum sudah punya kecenderungan, insya Allah niatkan menikah karena Allah dan khitbah Ukhti Aisyah itu &#8220;,</em> timpal Murobbinya. <em>&#8220;Insya Allah, do&#8217;akan ana Akh&#8230;&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dua hari kemudian.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Astaghfirullah kakak ?!”,</em> setengah teriak Aisyah kaget dengan pernyataan dihadapannya. Seorang ikhwan yang sudah ia anggap sebagai kakak layaknya kakak kandung saat ini telah mengungkapkan keinginannya untuk menikahinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Kakak sadar enggak sich, kak Fatih telah melamar Aisyah ?!&#8221;</em> .</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“iya, kakak memang meng-khitbah Aisyah untuk menjadi istri kakak, bersama-sama untuk membentuk mahligai cinta yang dihalalkan oleh Allah SWT, saling mendukung dan berinteraksi tidak hanya sebatas rekan kerja tapi juga sebagai teman sejati dalam perjuangan membentuk keluarga muslim sejati.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; Aisyah tahu misi pembentukan keluarga kak Fatih, Aisyah juga paham Rasulullah saw mensunnahkan untuk menyegerakan menikah, tapi yang Aisyah tidak mengerti&#8230;mengapa Aisyah yang menjadi pilihan kakak ?! &#8220;</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Fatih menangkap sebersit nada kekecewaan pada suara Aisyah. <em>&#8221; Memangnya ada yang salah dengan pilihan kakak ?&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Qta sudah lama saling kenal, kakak ingin menikah, dan kakak pikir alangkah lebih baiknya seandainya interaksi kita dilegalkan dalam pandangan Allah dengan terikat dalam ikatan yang suci &#8220;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; iya&#8230;tapi ini pernikahan lho kak, bukan ikatan main-main !!&#8221;</em> .</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Siapa yang main-main, justru kalo kita masih tetap berinteraksi seperti ini, Aiysah tetap suka curhat ke kakak, kakak juga suka terlalu mengkhawatirkan Aisyah &#8230;. itu malah menurut kakak…, kita telah main-main dengan kehidupan kita !!. Banyak bahaya yang akan menimpa kita, hijab akan lebih terlanggar, perasaan akan lebih mengarah ke zinah hati, belum lagi di akhir episode perkenalan kita&#8230;kita akan saling menyakiti tanpa kita sengaja.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sambil menghela nafas sesaat, kemudian Fatih melanjutkan ucapannya <em>&#8220;untuk itulah kakak memilih Aisyah, selain karena kita telah saling mengenal, kakak juga ingin menjaga agar interaksi kita tidak salah arah.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;berarti kakak merasa telah salah arah !</em>&#8230; <em>Aisyah tidak pernah terpikirkan untuk menikah dengan rekan organisasi, bahkan dengan kakak sekalipun. Kalo emang kakak takut dengan interaksi kita, lebih baik kita menjaga jarak dari sekarang, atau lebih baik tidak usah bertemu lagi&#8221; </em>, balas Aisyah dengan sengitnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Memang kedepannya kita bisa menjaga jarak, kita juga bisa menjaga intensitas pertemuan ini”</em>, sambil menurunkan tekanan suaranya, Fatih melanjutkan, <em>“tapi kakak telah menetapkan pilihan hidup, dan pilihan itu bernama Aisyah.”</em> Lirih ia melanjutkan, <em>“mungkin pilihan ini tidak murni dari kelurusan hati, sebab kakak juga telah terlanjur punya perasaan ke Aisyah, jadi tolong… pikirkan aja dahulu lamaran kakak ini&#8221;.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Tidak mau&#8230;Aisyah tidak mau memikirkannya&#8230;kakak telah mengkhianati kepercayaan Aisyah selama ini &#8221; </em>, sambil terisak, Aisyah berlari meninggalkan Fatih yang berdiri terpaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak saat itu, sudah hampir dua bulan tidak ada kabar dari Aisyah. Jawabanpun belum terlontarkan membuat Fatih dirundung gelisah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Ya Allah apakah hamba salah dalam melangkah menetapkan pilihan</em> <em>teman sejati</em> ?&#8221;. <em>&#8221; Engkau Lebih Tahu ya Rabb, bahwa tidak ada hubungan se-erat kakak-beradik bila kita bukan se-mahram.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hati Fatih menjadi bimbang untuk meneruskan proses khitbah lebih lanjut. Apalagi kabar yang ia dengar dari teman-teman Aisyah, bahwa Aisyah sangat terpukul dengan kenyataan ini. Aisyah hanya membutuhkannya sebatas seorang kakak yang bisa dimintai pendapat dikala bingung, menjadi penyemangat dikala lemah, menjadi teman diskusi dalam lingkup kerja.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sudahlah Akhi&#8230;sudahi saja proses Antum, ini sudah tidak ahsan lagi untuk diteruskan !!&#8221;</em>, Murobbi mengingatkan. <em>&#8220;kalo Antum ingin menikah, masih banyak akhwat lain yang siap dan bersedia&#8221; </em>, <em>&#8220;Antum coba luruskan kembali niat untuk menikah dan coba jawab pertanyaan ini : Antum ingin menikahi seseorang, atau Antum ingin menikah ?&#8221;</em> , tanya murobbi padanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Apa bedanya Akh ?&#8221;</em> tanya balik Fatih tidak mengerti.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Ya jelas beda dong. Kalo Antum ingin menikahi seseorang, berarti Antum ingin menikah dengan si Fulanah. Bila tidak dapat menikah dengan Fulanah berarti Antum tidak jadi menikah.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Tapi bila Antum ingin menikah&#8230;berarti Antum siap untuk menikah dengan siapa saja yang Allah pilihkan untuk Antum, karena itu yang terbaik bagi Antum. Tidak ada masalah Antum menikah dengan siapa saja, tetapi yang penting bagi Antum adalah Antum dapat menikah, membina ikatan suci karena Allah dan karena sunnah Rasul-Nya, karena ingin menggenapkan setengah Ad-Dien Antum, karena ingin melanjutkan perjuangan dakwah ini melalui amal jama&#8217;i yang dibentuk oleh anggota keluarga&#8230;..jadi jelas beda Akhi !&#8221;,</em> sambil tersenyum bijak sang murobbi mengakhiri penjelasannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;yahh&#8230;.aku harus meluruskan kembali niatku untuk menikah&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari selanjutnya, Fatih kembali tenggelam dalam sujud-sujudnya di malam yang dingin. Fatih ingin lebih mendekatkan hatinya dengan Sang Penggegam hati manusia. Fatih tidak ingin niat lurusnya untuk menikah terhambat oleh sedikit perasaannya pada seorang wanita karena tipu daya syaithan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hinggalah saat ia menerima biodata yang disodorkan oleh murobbi, biodata berisi data seorang akhwat yang insya Allah siap untuk menjalankan proses pernikahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;insya Allah ana tsiqah pada antum, ana yakin Antum akan mempertimbangkan biodata ini dengan baik dan dengan niat menggapai Ridlo Allah. Jadi ana tunggu kabar dari Antum&#8221;</em> .</p>
<p style="text-align:justify;">Fatih pulang ke kost dengan hati riang dan rasa bersyukur pada Allah SWT. <em>&#8220;ya ALLAH tinggal sedikit lagi hamba menuju ambang pernikahan. Semoga tidak ada yang menghalangi hamba untuk menikahi akhwat yang tersembunyi di dalam gulungan kertas biodata ini, jika memang ini adalah calon terbaik yang Engkau kirimkan pada hamba&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">Sesaat Fatih meletakkan tasnya di atas meja, tiba-tiba suara telepon genggamnya berbunyi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa memperhatikan ID Callers dari panggilan tersebut, ia langsung berseru, <em>&#8220;Hallo, Assalamu&#8217;alaikum&#8230;Fatih speaking here</em>…”.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Wa&#8217;alaikumussalam Wr.Wb. .. kak Fatih&#8230; ini Aisyah&#8230;apa kabar ?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">ternyata Aisyah yang menjawab salam Fatih tadi. Jantung Fatih berdetak kencang, rasanya ada suasana yang dulu serasa akrab tapi telah lama hilang, dan sekarang suasana itu terdengar akrab kembali liang-liang telinganya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; eh&#8230;iya&#8230;eh&#8230;Alhamdulillah bi khair. i..ini dek Aisyah ya ?!&#8221;</em> tanyanya setengah tak percaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; iya&#8230;siapa lagi kak, kakak sudah lupa dengan suara Aisyah ya ?!&#8221;</em>, terdengar suara nyaring dan manja yang menjadi khas suara teman yang dulu pernah menghiasi hari-harinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; hi.hi.hi&#8230;enggak, gak lupa kok&#8230;tapi ada apa ya ? udah lama gak ada kabar ?&#8221;</em> Setelah dapat menguasai diri, akhirnya Fatih dapat berkomunikasi dengan lancar.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8221; gini kak&#8230;.eh&#8230;Aisyah insya Allah menerima tawaran kak Fatih untuk menikah &#8230; &#8220;.</em></p>
<p style="text-align:justify;">“….!!!&#8230;.”.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti ada halilintar di sore yang cerah ini. Rasanya ruangan kamar kost Fatih menjadi berputar-putar ketika ia mendengar jawaban yang sebenarnya telah ia tunggu sejak lama . Kata-kata jawaban yang saat ini telah ia ikhlaskan pada Allah untuk dilupakan. Tapi saat ini kata itu muncul di saat ia sedang mempertimbangkan biodata akhwat yang diberikan oleh murobbinya. Pernyataan aisyah itu menjadi kata-kata terakhir yang Fatih dengar pada hari itu darinya, karena setelah itu tanpa terasa jempol kiri Fatih menekan tombol END CALL hingga selesailah percakapannya dengan Aisyah tanpa menyelesaikan inti pembicaraanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-2/" target="_self"><em>(bersambung di bagian ke-2 : click on it)</em></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=80&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729f5549d074af54c2fe5f58f93c7647?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abinabilah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep: Brownies Melt Agogo</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/resep-brownies-melt-agogo/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/resep-brownies-melt-agogo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 02:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smasa96jember</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor: Lisa Mariyana Biar tambah semangat posting di blog ini, aku kasih &#8220;brownies melt agogo&#8221; ya. Namanya ada &#8220;agogo&#8221; soale bikinnya sambil goyang agogo Brownies Melt Agogo by : Yenni Agustin modified by : Lisa Mariyana Bahan: - 2 butir telur - 100 gr margarine - 125 gr dcc (dark cooking coklat) - 150 gr [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=69&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Kontributor: Lisa Mariyana</strong></div>
<div>Biar tambah semangat posting di blog ini, aku kasih &#8220;brownies melt agogo&#8221; ya. Namanya ada &#8220;agogo&#8221; soale bikinnya sambil goyang agogo <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<p><em>Brownies Melt Agogo<br />
by : Yenni Agustin<br />
modified by : Lisa Mariyana<br />
</em><br />
<strong>Bahan:</strong></p>
<p>- 2 butir telur<br />
- 100 gr margarine<br />
- 125 gr dcc (dark cooking coklat)<br />
- 150 gr gula kastor<br />
- 100 gr tepung terigu<br />
- sedikit vanila ekstrak<br />
- 100 gr coklat easymelt Tulip<br />
- mete panggang secukupnya</p>
<div><strong>Cara membuat:</strong><br />
- lelehkan margarine dan dcc, sampai mencair<br />
- masukkan gula kastor, vanila ekstrak, aduk rata<br />
- masukkan telur, aduk rata sampai mengkilat<br />
- masukkan tepung terigu, aduk rata<br />
- tuang 1/2 adonan dalam loyang browniesukuran 15&#215;10 cm, taburi coklat easymelt dan mete<br />
- tuang sisa adonan, tata mete di atasnya<br />
- panggang dg suhu 180-200 derajat C selama kurleb 30 menit</div>
<p>Selamat mencoba <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div><a href="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/brownies-melt1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-72" title="brownies-melt" src="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/brownies-melt1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/brownies-melt.jpg"></a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=69&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/resep-brownies-melt-agogo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49d5b5601c48a6775e6f2e69d5a7e0d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smasa96jember</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/brownies-melt1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">brownies-melt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Humour en Français</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/humour-en-francais/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/humour-en-francais/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 00:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ari3f</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rileks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[20 Juli 2007 Hari itu saya makan siang dengan kawan baru. Namanya Rachid. Tubuhnya ramping-menjulang 185 cm, berwajah Arab, programmer plus olahragawan, muslim by birth dan berbahasa Perancis fasih. Inggris-nya pun berdialek francais (dengan dengung di hidung). Hidupnya menarik meski bukan seorang eksil: ayahnya imigran dari Maroko yang kemudian hidup di pinggiran Perancis. Rachid membenci kehidupan riset di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=66&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>20 Juli 2007</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hari itu saya makan siang dengan kawan baru. Namanya Rachid. Tubuhnya ramping-menjulang 185 cm, berwajah Arab, programmer plus olahragawan, <em>muslim by birth </em>dan berbahasa Perancis fasih. Inggris-nya pun berdialek <em>francais </em>(dengan dengung di hidung).</p>
<p style="text-align:justify;">Hidupnya menarik meski bukan seorang eksil: ayahnya imigran dari Maroko yang kemudian hidup di pinggiran Perancis. Rachid membenci kehidupan riset di Perancis karena terlampau elitist: <em>privilege </em>lulusan univ tertentu saja. Ia menyelesaikan S1 di Perancis dan S2 di Singapore; sempat jadi juara triathlon di NUS dan hobinya makan Laksa (mirip lontong sayur Padang). Meski nampak bervariasi, Rachid adalah orang yang senyap. Ia menikmati kesendirian tanpa mengeluh dan gundah.</p>
<p style="text-align:justify;">Turun dari <em>shuttle bus </em>sehabis makan siang Rachid menceritakan sebuah humor. Humornya dalam bahasa Perancis. Judulnya &#8220;Pirate&#8221; alias bajak laut. Kami ketawa-tawa dan di lingkungan yang bahasa Perancis adalah bahasa alien.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian saya bercerita pada istri saya bahwa Rachid cerita humor dalam bahasa Perancis. Tentu saja (seperti diduga) pertanyaan dia: “<em>Hah, iso boso Perancis ta awakmu????</em>” Saya senyum-senyum saja, dan bilang “<em>Hehe … pokoke mau kethok pinter boso Perancis!</em>” Lumayanlah … tumben-tumben saya bisa mengerti humor yang benar-benar kocak dalam bahasa asing, terutama bahasa Perancis yang (katanya) seksi dan <em>njlimet</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Mau tahu rahasianya bisa mengerti humor bahasa Perancis?</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-66"></span>Mudah saja. Pertama saya ceritakan satu humor kepada Rachid. Ini sungguh bikin pusing kepala karena humor ini aslinya dalam bahasa Jawa (Suroboyoan). Dalam kepala, proses translasi mulai bekerja Jawa -&gt; English. Dengan bantuan peragaan akhirnya kelucuan humor ini tersampaikan. Rachid terpingkal-pingkal karena tiga alasan: (1) kok ya ada orang <em>gendheng </em>diterima kerja di sini!, (2) kok ya ada humor khayal kayak gini!, (3) benar-benar kocak. Kedua, saya minta Rachid mengulang humor itu dalam bahasa Perancis. Cerita lucu biasanya mudah diingat, jadi dia dengan mudah menerjemahkannya dan saya kan sudah tahu urutannya. Jadi menebak dari gesture dia saja. Bahasa Perancis-nya gimana? Ya tetep <em>null putull </em>&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Teman-teman pasti penasaran dengan humornya. Bagi non-pembahasa Jawa mohon minta kawan Jatim-nya untuk menerjemahkan. Ini saya berikan di sini:</p>
<p style="text-align:justify;">Muntiyadi pethuk ambek Gempil koncone sing dines ndhik angkatan darat. Tibake Gempil iku saiki sikile sing kiwo yo dingklang pisan, ambek tangane sing tengen tibake yo tughel digenti cathoke bakul beras. Sing luwih nemen maneh, motone gempil kari sing kiwo. Moto sing tengen wis cumplung ditutupi kain ireng malih koyok bajak laut.</p>
<p style="text-align:justify;">“Lho Mun, sikilmu opoko?” takok Gempil.<br />
Mari ngono Muntiyadi cerito pengalamane kijolan sikile wong wedhok.<br />
“Lha awakmu opoko kok mreteli pisan?” Muntiyadi genti takok nang Gempil .<br />
“Pas aku patroli nang Aceh, sikilku ngincak granat, langsung puthul. Pas iku onoke sikile sapi, berhubung aku gak gelem, akhire yo ngene sikilku dhadhi mek sithok”.<br />
“Waduh cik apese nasipmu, lha tanganmu opoko kok digenti cathoke beras?” takok Muntiyadi maneh.</p>
<p style="text-align:justify;">“Mari sikilku tughel iku mau, aku dirawat ndhik barak. Moro-moro barakku dibom ambek mungsuh, kenek tanganku, langsung tughel. Pas iku onoke cathoke beras, timbangane gak onok blas, akhire aku gelem.” jarene Gempil maneh.<br />
“Wah kayal thok kon iku, lha motomu opoko kok cumplung pisan? Kelilipengranat tah?” takok Muntiyadi maneh.</p>
<p style="text-align:justify;">“Oo iku seje ceritone. Enak-enak cangkruk nyeritakno pengalamanku iku mau, moro-moro onok manuk nembeleki mripatku,” jare Gempil.<br />
“Wah kon iku tambah ngawur thok ae, lha mosok ditembeleki manuk isok motone cumplung,” Muntiyadi mulai gak percoyo.</p>
<p style="text-align:justify;">“Lho iku dhudhuk mergo tembelek manuk,” jare Gempil.<br />
“Lho opoko?” takok Muntiyadi.<br />
“Iku pas dino pertama aku nggawe cathok beras.”</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:center;"><em>Cheers dari Rachid</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/rachid.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-67" title="rachid" src="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/rachid.jpg?w=300&#038;h=260" alt="" width="300" height="260" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=66&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/humour-en-francais/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c4e89b11932e5ebcdca9233fc0253eed?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ari3f</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/rachid.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rachid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Kecil Seputar Gus Dur</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/06/catatan-kecil-seputar-gus-dur/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/06/catatan-kecil-seputar-gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 10:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smasa96jember</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor: Amrullah Hakim Teman baikku, Arief, mengingatkan untuk menulis tentang Gus Dur. Usulan yang menarik walaupun menurut saya, sangat tidak pada tempatnya untuk menulis tentang tokoh besar ini. Sebenarnya juga saya ingin tahlil-an bersama di ciganjur, tapi kondisi rumah tidak memungkinkan untuk itu. Saya lahir di lingkungan Muhammadiyah yg kolot dan cenderung &#8220;wahabi&#8221;, jadi dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=50&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Kontributor: Amrullah Hakim</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Teman baikku, Arief, mengingatkan untuk menulis tentang Gus Dur. Usulan yang menarik walaupun menurut saya, sangat tidak pada tempatnya untuk menulis tentang tokoh besar ini. Sebenarnya juga saya ingin tahlil-an bersama di ciganjur, tapi kondisi rumah tidak memungkinkan untuk itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya lahir di lingkungan Muhammadiyah yg kolot dan cenderung &#8220;wahabi&#8221;, jadi dari kecil saya terbiasa dengan cara2 Muhammadiyah, kakek saya meninggal, ya ngga ada tahlil, di masjid ya ngga pakai puji-pujian, abis sholat ya ngga pakai wiridan yang keras bersama-sama. Ziarah kubur ya ngga dipentingkan. (Belakangan, wajah Muhammadiyah muda lebih ke ahlus sunnah wal jamaah). Untunglah, Ibu saya (yang memang berketurunan orang dari daerah pesisir) tetap mengajari untuk selalu terbuka terhadap pemikiran orang lain bahkan dengan kebiasaan orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sorry terpotong sebentar, ternyata saya bisa meluncur ke tahlilan Gus Dur.</p>
<p style="text-align:justify;">Luar biasa antusias jamaahnya. Saya sungguh berterima kasih atas kesempatan ini. &#8220;Thanks Mel, for giving me permission to get there.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sms ibu saya: &#8220;berdoalah!&#8221;, Ayah saya: &#8220;Selamat&#8221;. Saya sendiri belum sempat bertanya makna sms singkat ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-50"></span>Kembali ke masa sekolah saya, kebetulan di kota kelahiran saya, Jember, ada pengajian tiap Rabu malam, disponsori oleh Bank Bumi Daya waktu itu, pengajian yang diisi oleh tokoh NU dan Muhammadiyah bergantian. Pak Sutjipno mewakili Muhammadiyah, Pak Bahar yang netral bicara tentang Sejarah Islam, dan Gus Yus (wakil NU) dengan tema Tauhid. Ayah saya aktif di pengajian ini dan mengajak saya ikut serta. Waktu itu saya kelas 3 SMP atau 1 SMA, saya agak lupa. Mungkin karena mewakili Muhammadiyah dan NU inilah, pengajian ini bisa menarik hati orang tua saya. Bahkan kemudian Ayah saya berlanjut ke pengajian setiap Jumat pagi di Pesantren Gus Yus.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/abdurrahman_wahid.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-55" title="abdurrahman_wahid" src="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/abdurrahman_wahid.jpg?w=250&#038;h=356" alt="" width="250" height="356" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Sangat banyak tulisan mengenai Gus Dur akhir-akhir ini, yang mungkin mewakili betapa besarnya tokoh bangsa ini. Saya coba untuk mengambil cuplikan-cuplikannya:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Gideon Rachman dalam Financial Times </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bercerita tentang guyonan Gus Dur tentang cara beribadah. &#8220;Have you noticed,” he said, “that when the Jews pray, they stand by a wall and whisper. The Christians kneel and speak very quietly. But we Muslims stand in a tower and shout through a megaphone. It makes you wonder who is closer to God.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Budiarto Shambazy dalam artikelnya &#8220;Politik Luar Negeri Gus Dur&#8221;:</strong></p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;">Pernyataan politik luar negeri perdana Gus Dur mengumumkan rencana pembukaan hubungan dagang dengan Israel. Ada dua alasan: pertama, menggairahkan hubungan dengan lobi Yahudi. Indonesia paling tidak bisa minta tokoh Yahudi, George Soros, tak mengacaukan pasar uang/modal untuk menghindari krisis moneter. Kedua, meningkatkan posisi tawar Indonesia menghadapi Timur Tengah yang tak pernah membantu Indonesia mengatasi krisis moneter. Melalui Menlu Alwi Shihab, Gus Dur setidaknya mengintrodusir tiga elemen politik luar negeri. Pertama, menjaga jarak sama dengan semua negara, kedua hidup bertetangga baik, dan ketiga ”kebajikan universal”.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Gus Dur membujuk Singapura menyetujui pembentukan Forum Pasifik Barat dalam KTT ASEAN di Singapura, November 2000. Menteri Senior Lee Kuan Yew menolak permintaan itu. Wajar jika Gus Dur langsung ngamuk, membuat Singapura gempar. ”Pada dasarnya orang Singapura melecehkan Melayu. Kita dianggap tak ada. Lee Kuan Yew menganggap saya sebentar lagi turun (dari jabatan presiden). Singapura mau enaknya sendiri, cari untungnya saja,” kata Gus Dur.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Yahya C. Staquf dalam artikelnya &#8220;Gus Durku, Bung Karnoku&#8230;&#8221; &#8220;</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> Orang-orang mengecam kegemarannya berkeliling dunia, mengunjungi negara-negara yang dalam pandangan umum di­anggap kurang relevan dengan kepentingan Indonesia. Namun, aku justru melihat, daftar negara-negara yang beliau kunjungi itu identik dengan daftar undangan Konferensi Asia-Afrika.</p>
<p style="text-align:justify;">Brasil mengekspor sekian ratus ribu ton kedelai ke Amerika setiap tahun, sedangkan kita meng­impor lebih dari separo jumlah itu, dari Amerika pula. Karena itu, presidenku datang ke Rio De Janeiro ingin membeli langsung kedelai dari sumbernya tanpa makelar Amerika. Venezuela mengipor seratus persen belanja rempah-rempahnya dari Rotterdam, sedangkan kita mengekspor seratus persen rempah-rempah kita ke sana. Maka, presidenku menawari Hugo Chavez membeli rempah-rempah langsung dari kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Gus Dur mengusulkan kepada Sultan Hassanal Bolkiah untuk membangun Islamic Financial Center di Brunei Darussalam. Lalu, melobi negara-negara Timur Tengah untuk mengalihkan duit mereka dari bank-bank di Singapura ke sana&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat cerdas&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini, saya yakin jika Gus Dur tidak diberhentikan tengah jalan, niscaya keyakinan Morgan Stanley untuk memasukkan Indonesia ke dalam kelompok BRIC (Brazil, Russia, India and China) sebagai kekuatan ekonomi yang dominan nanti di tahun 2050 (istilah BRIC sendiri diperkenalkan oleh Goldman Sachs) akan benar-benar kita lihat dampaknya saat ini dan tidak menjadi perdebatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang ada yang bilang, bahwa karena Gus Dur bukanlah politikus yang menyebabkan Gus Dur akhirnya jatuh. Tapi jika kita membaca ulang ulasan Ulil Abshar Abdalla mengenai politik Gus Dur, maka kita akan bisa melihat bahwa Gus Dur lah yang mengerti esensi bagaimana kiai harus berpolitik. Tugas kiai yang ada pada level ide dan roh masyarakat tidak bisa diajak berpolitik dalam pengertian &#8220;marksistis&#8221; atau &#8220;kiri&#8221;, yakni menjadi semacam Che Guevara atau apalagi Hugo Chaves. Bukan di sana tugas kiai. Ketika pada tahun 80-an ide-ide pendidikan &#8220;kiri-revolusioner&#8221; Paulo Freire dikenalkan di Indonesia oleh para aktivis Muslim dan sejumlah romo-romo Jesuit, Gus Dur menulis catatan penting: dia setuju dengan beberapa ide Freire, tetapi dia keberatan pada satu hal, yaitu kecenderungan &#8220;revolusioner&#8221; dalam pikiran-pikiran Freire. Maksudnya tentu &#8220;revolusi&#8221; dalam pengertian Marxian. Hanya orang yang paham &#8220;jiwa&#8221; kiai seperti Gus Dur yang bisa mengatakan hal seperti ini. Demikian kata Ulil.</p>
<p style="text-align:justify;">Retorika Gus Dur sendiri, menurut Goenawan Mohamad: &#8220;adalah bagian dari perubahan suasana politik yang lahir bersama jutaan percikan demokrasi. Ia membebaskan, karena ada l&#8217;esprit dan kejenakaan di dalamnya. Tetapi humor terbagus dalam sistem politik mana pun akan datang dari bawah. Lelucon yang paling tak lucu adalah yang menertawakan mereka yang tak punya, cacat, dan lemah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali ke ulasan ke-NU-an dan tradisinya, melalui pengajian di Gus Yus lah yang membuat saya merasakan &#8220;damai hati&#8221; dan bisa ikut serta dalam tahlilan 7 harinya Gus Dur ketika para hadirin melantunkan Burdah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Mawla Ya Solli wa sallim da iman abadan<br />
&#8216;Ala habi bi ka khayril khal qi kulli himi<br />
Ya rabbi bil mustafa balligh maqasidana<br />
Wa-ghfir lana ma mada ya wasi&#8217; al-karami<br />
Huwa al-habib al-ladzi turja syafa&#8217;atuhu<br />
Likulli haulin min al-ahwali muqtahimi</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Hal kecil yang sangat saya syukuri dan menurut saya bernilai besar dalam kehidupan saya. Ritme lantunan ini sendiri adalah ritme &#8220;naik-turun&#8221;, sesuai dengan nasehat yang pernah diberikan Gus Yus dalam hidup ini, supaya berprinsip &#8220;harap-harap cemas&#8221; (takut dan berharap &#8212; &#8220;khauf dan raja&#8221;, mengkerut dan berkembang &#8212; &#8220;qabd dan bast&#8221; , &#8220;inqibad dan inbisat&#8221; kalau kata Ulil).</p>
<p style="text-align:justify;">Juga jangan ditanya, bagaimana nikmatnya hidup ketika kebiasaan saat pulang dari Jumatan di kota kecil saya, ketika semua jamaah bersenandung ringan (padahal berfilosofi tinggi):</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Ilahilastulil firdausi ahla<br />
Fala aqwa &#8216;ala naril jahimi<br />
Fahabli taubatawaghfir dzunubi<br />
Fainnaka ghofirudzambil &#8216;adzimi</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">(Wahai Tuhanku&#8230;Aku bukanlah orang yang pantas masuk surga. Tetapi, aku juga tidak kuat dengan api neraka. Karena itu, berikan kepadaku kemampuan bertaubat dan ampuni dosa-dosaku Karena hanya Engkaulah yang dapat memberikan maaf atas dosa-dosa yang besar). Munajat ini lah saya lihat sering ditampilkan di tv-tv nasional pada saat wafatnya Gus Dur (dan yang melantunkan adalah Gus Dur).</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat jalan Gus Dur. Kami semua kehilangan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=50&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/06/catatan-kecil-seputar-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49d5b5601c48a6775e6f2e69d5a7e0d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smasa96jember</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smasa96jember.files.wordpress.com/2010/01/abdurrahman_wahid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">abdurrahman_wahid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jember: Sebuah Definisi</title>
		<link>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/06/jember-sebuah-definisi/</link>
		<comments>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/06/jember-sebuah-definisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 08:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smasa96jember</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smasa96jember.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Kontributor: Amrullah Hakim Dulu, ketika masih datang ke pengajian Gus Yus tiap Jumat pagi, ada pembicaraan tentang arti nama Jember dan usulan untuk mengubah nama kota Jember menjadi Jembar. Katanya Jember itu berasosiasi dengan kata becek (musim hujan di Jawa mulai pada bulan September, dan orang Jawa menandainya dari bunyi &#8220;ber&#8221; pada kata belakang bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=39&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Kontributor: Amrullah Hakim</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dulu, ketika masih datang ke pengajian Gus Yus tiap Jumat pagi, ada pembicaraan tentang arti nama Jember dan usulan untuk mengubah nama kota Jember menjadi Jembar. Katanya Jember itu berasosiasi dengan kata becek (musim hujan di Jawa mulai pada bulan September, dan orang Jawa menandainya dari bunyi &#8220;ber&#8221; pada kata belakang bulan tersebut, misal desember = gede-gedene sumber).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini, saya memahami bahwa pada saat itu ada &#8220;ketidakmapanan&#8221; struktur sosial orang Jember, yang kalau saya amati lebih jauh, kota ini adalah kota mini kosmopolitan, karena sebagian penduduknya adalah pendatang. Ayah-Ibu saya bukan asli Jember, bahkan pembantu saya yang sudah lama ikut saya adalah orang Banyuwangi. Dan saya lahir juga bukan di kota Jember tapi di desa Rambipuji. Gejala lainnya: bahasa Jember, yang memang unik, campuran dari beberapa logat dan campuran dua bahasa: Jawa dan Madura, saya belum tahu jika Osing juga berasimilasi di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Seiring dengan laju pembangunan dan ekonomi, penduduk kota ini bergeliat. Informasi yang lebih baik, menjadikan kesuksesan baru bagi generasi mudanya. Semakin banyak generasi yang sukses secara keilmuan dan keekonomian, sebagian karena mereka lebih berani untuk merantau (meneruskan tradisi orangtua-nya yang juga dulu merantau di Jember), sebagian lagi juga bisa lebih sukses dengan berani mencoba sehingga berpengalaman sangat baik di bidangnya. Dan menurut saya, pertumbuhan ini melesat tinggi, sehingga muncul &#8220;kemapanan&#8221; baru di struktur sosial orang Jember.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-39"></span>Kini, orang Jember akan lebih bangga untuk menunjukkan jati dirinya sebagai orang asli Jember, baik saat dia di Jember atau saat dia di daerah lain. Saya sendiri akan merujuk ke beberapa orang yang nge-top dan dia adalah orang Jember ketika memperkenalkan Jember ke orang lain: Anang, Dewi Persik, Gus Yus, Nadine Chandrawinata, dan yang terakhir Sujiwo Tejo (tulisan dia di Kompas, Sabtu 5 Desember 2009 tentang &#8220;Ilmu Tak Tertulis Suatu Abad&#8221; sangat bagus). Kekaguman saya juga terus berlanjut kepada teman-teman sekelas di SMA 1 Jember, yang bisa sukses di bidangnya, bisa &#8220;menaklukkan&#8221; universitas di luar negeri dan bekerja dengan sangat baik di sana, beberapa yang lain bisa mengembangkan usaha mandiri yang berhasil dan banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendek kata, saya bangga bisa lahir di Jember (Rambipuji tepatnya), hidup di Jember, beromantisme dengan &#8220;Jember&#8221; adalah saat-saat yang surgawi bagi saya. Insya Allah, nilai-nilai kebaikan yang tertanam kuat dari masyarakat kota ini bisa terus tumbuh subur dan menjadikan generasi mudanya, terutama generasi yang lulus SMA 1 di tahun 1996 menjadi generasi pemimpin dan bermanfaat bagi sesama. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smasa96jember.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smasa96jember.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smasa96jember.wordpress.com&amp;blog=11255770&amp;post=39&amp;subd=smasa96jember&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/06/jember-sebuah-definisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/49d5b5601c48a6775e6f2e69d5a7e0d5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smasa96jember</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
