Skip to content

Hai-hai…

August 12, 2010
by

Sebenernya dah kangen liat tulisan kalian-kalian. Tapi  kok pada nggak aktif lagi ya… Yuk semua, Kita berbagi lagi lewat tulisan.. Nggak usah panjang, atau takut nulis nggak penting. Toh intinya kita bikin blog ini untuk memperkuat tali silaturahmi kita kan… Saya juga nggak pandai nulis.. nggak juga cukup pengetahuan yang bisa dibagi kecuali perkuean.. tapi ya itulah.. melihat tulisan terakhir kok dibuat januari lalu.. Rasanya dah 7 bulan nih blog dibiarin nganggur nggak ada yang ngisi. sayang aja… Yuk temen.. disela kesibukan kita, kita mulai lagi nulis dan berbagi tulisan hehehe…

Pluralisme >< Fundamentalisme

January 10, 2010

Kontributor: Heru Alfyanto Malay

Jika dalam catatan sebelumnya saya bahas tentang pluralisme, maka di catatan ini saya tampilkan ‘lawan’ nya yaitu fundamentalisme. Apa itu fundamentalisme?

Ada banyak sekali definisi fundamentalisme, salah satunya dari Oxford Dict yaitu strict following of the basic of any religion.

Definisi tersebut tidak secara khusus menunjuk agama tertentu, karena dalam kenyataannya fundamentalisme ada di banyak agama. Istilah itu sendiri awalnya berkembang dalam masyarakat Eropa yang mayoritas non-muslim. Tapi mengapa saat ini pandangan mata dan telunjuk masyarakat dunia terarah ke kaum muslimin saat membicarakan fundamentalisme? Bahkan lebih dari itu, menyamakan fundamentalisme dengan terorisme. Itulah keberhasilan fitnah keji Amerika dan sekutunya, sehingga seorang “Muslim Fundamentalis” identik dengan teroris !

Read more…

Ulasan Ringan tentang Pluralisme

January 9, 2010

Kontributor: Heru Alfyanto Malay

Gus Dur telah meninggal, tetapi kepergiannya justru mengangkat kembali popularitasnya yang semakin melorot beberapa tahun terakhir ini. Mirip dengan Michael Jackson. Entah fenomena apa ini, yang pasti pers memegang peranan untuk mem-blow up kematian mereka. Tidak mustahil memang ada pihak yang berkepentingan untuk menarik keuntungan dari ‘kebesaran’ kedua tokoh tersebut. Album Jacko meledak kembali dan menghasilkan jutaan US Dollar yang pastinya tidak dinikmati sang superstar. Sedangkan nama Gus Dur di-”jual” banyak pihak untuk menarik dukungan massa, yang belum tentu sesuai dengan keinginan beliau. Salah satu yang paling banyak digembar-gemborkan adalah “Gus Dur Bapak Pluralisme”. Catatan ini memang bukan membahas kehidupan pribadi Gus Dur, karena membicarakan orang yang sudah meninggal, apalagi keburukannya terlarang bagi seorang muslim. Yang akan dikritisi (secara ringan) di sini adalah pemikiran beliau, karena pemikiran tersebut tetap hidup, bahkan makin mendapat tempat di tengah euforia pendukung dan pemuja Gus Dur belakangan ini.

Apa itu Pluralisme?

Read more…

[Cerpen] Pilihan Cinta – Bagian 2

January 8, 2010
tags: ,

Bagian-1 dapat dibaca di: 

http://smasa96jember.wordpress.com/2010/01/08/cerpen-pilihan-cinta-bagian-1/

***

Seperti berjalan di titian setipis rambut, Fatih merasakan pikirannya terombang-ambing tak menentu. Hatinya bergemuruh dan ingin meledakkan desakan hati yang telah tersimpan rapi oleh keimanan pada_Nya. Ingin rasanya ia teriakkk…tapi…hanya lirih dan tetes air mata yang menyertai  pengaduannya pada Rabb..satu-satunya Rabb…

“Ya Allah, ampunkanlah segala kekhilafan hamba-Mu ini. Hamba telah berbulat hati untuk meneruskan proses melalui biodata ini, tetapi … “, dengan bersujud ia meneruskan curhatnya pd Allah.

Rintik hujan pun turun seakan mengiringi mendung di hati Fatih. Pagi belum juga menunjukkan wajahnya, Fatih segera bergegas berjalan keluar kost menuju rumah Murobbinya. Sesampainya di rumah petak yang tak begitu besar, keluarlah seorang laki-laki dengan senyum ramahnya menyambut Fatih.

Read more…

Sifat/Watak Manusia dan Bantal

January 8, 2010

Menurut hasil penelitian anak mahasiswi psikologi Unpad yang dilakukan terhadap anak ITB, mereka membuat tabel sifat-atau watak dan perangai manusia berdasarkan cara memperlakukan Bantal pada saat mereka tidur, yaitu sebagai berikut:

1. Memeluk Bantal. Mereka yang suka memeluk bantal biasanya berjiwa seni. Mereka mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap lukisan, musik dan sastra. Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantik. Kadangkala ada yang bisa membaca peristiwa yang akan berlaku melalui mimpi. Mereka juga sangat prihatin terhadap kesusilaan.

2. Menggunakan Banyak Bantal. Mereka biasanya kurang keyakinan. Dalam kehidupan seharian mereka memerlukan banyak pendamping. Mereka jarang membuat keputusan sendiri, sebaliknya mendapatkan pandangan orang lain.

3. Tidur Dengan Satu Bantal. Mereka bukan jenis mengada-ngada dan boleh menerima keadaan seadanya. Mereka juga membuat keputusan berdasarkan fikiran dan bukan nafsu semata-mata.

Read more…

[Cerpen] Pilihan Cinta – Bagian 1

January 8, 2010
tags: ,

Kontributor: Idris Eko Putro

April 24, 2006 (Revised by Aisyah Putri on May 05, 2006)

Fatih masih khusyuk dalam sujud qiyamul-lailnya, bermunajat dengan segenap hati. “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatu di hati hamba. Engkaulah yang menetapkan takdir hamba, oleh karena itu ya Rabb, tetapkanlah yang terbaik bagi hidup hamba, dan bagi cita-cita pernikahan hamba ini”. . …. Fatih sangatlah takut jika pilihan untuk menikahnya didasarkan bukan karena Allah semata.

” Aisyah insya Allah menerima tawaran kak Fatih untuk menikah … “, . Akhirnya keluar juga keputusan yang sangat ditunggu-tunggu oleh Fatih untuk mengajak Aisyah menikah.

Aisyah adalah teman organisasi Fatih di salah satu yayasan sosial di Bandung. Mereka telah bertahun-tahun menjadi rekan kerja sekaligus rekan seperjuangan dalam membantu sesama.

Di akhir masa studinya, Fatih sudah ber’azzam untuk menikah. Hal itu sudah ia ungkapkan melalui murabbinya, dan alhamdulillah beliau bersedia memberikan beberapa pilihan.

“Tapi, ana merasa ingin menikahi Aisyah Akhi. Selain karena keinginan menikah, saya memilihnya karena kami sudah sering ber-interaksi dalam kegiatan, jadi kami telah saling mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing”, kata Fatih saat Murobbinya mempertanyakan lebih lanjut ‘azzamnya.

Read more…

Resep: Brownies Melt Agogo

January 8, 2010
Kontributor: Lisa Mariyana
Biar tambah semangat posting di blog ini, aku kasih “brownies melt agogo” ya. Namanya ada “agogo” soale bikinnya sambil goyang agogo :)

Brownies Melt Agogo
by : Yenni Agustin
modified by : Lisa Mariyana

Bahan:

- 2 butir telur
- 100 gr margarine
- 125 gr dcc (dark cooking coklat)
- 150 gr gula kastor
- 100 gr tepung terigu
- sedikit vanila ekstrak
- 100 gr coklat easymelt Tulip
- mete panggang secukupnya

Cara membuat:
- lelehkan margarine dan dcc, sampai mencair
- masukkan gula kastor, vanila ekstrak, aduk rata
- masukkan telur, aduk rata sampai mengkilat
- masukkan tepung terigu, aduk rata
- tuang 1/2 adonan dalam loyang browniesukuran 15×10 cm, taburi coklat easymelt dan mete
- tuang sisa adonan, tata mete di atasnya
- panggang dg suhu 180-200 derajat C selama kurleb 30 menit

Selamat mencoba :)

Humour en Français

January 8, 2010
by

20 Juli 2007

Hari itu saya makan siang dengan kawan baru. Namanya Rachid. Tubuhnya ramping-menjulang 185 cm, berwajah Arab, programmer plus olahragawan, muslim by birth dan berbahasa Perancis fasih. Inggris-nya pun berdialek francais (dengan dengung di hidung).

Hidupnya menarik meski bukan seorang eksil: ayahnya imigran dari Maroko yang kemudian hidup di pinggiran Perancis. Rachid membenci kehidupan riset di Perancis karena terlampau elitist: privilege lulusan univ tertentu saja. Ia menyelesaikan S1 di Perancis dan S2 di Singapore; sempat jadi juara triathlon di NUS dan hobinya makan Laksa (mirip lontong sayur Padang). Meski nampak bervariasi, Rachid adalah orang yang senyap. Ia menikmati kesendirian tanpa mengeluh dan gundah.

Turun dari shuttle bus sehabis makan siang Rachid menceritakan sebuah humor. Humornya dalam bahasa Perancis. Judulnya “Pirate” alias bajak laut. Kami ketawa-tawa dan di lingkungan yang bahasa Perancis adalah bahasa alien.

Kemudian saya bercerita pada istri saya bahwa Rachid cerita humor dalam bahasa Perancis. Tentu saja (seperti diduga) pertanyaan dia: “Hah, iso boso Perancis ta awakmu????” Saya senyum-senyum saja, dan bilang “Hehe … pokoke mau kethok pinter boso Perancis!” Lumayanlah … tumben-tumben saya bisa mengerti humor yang benar-benar kocak dalam bahasa asing, terutama bahasa Perancis yang (katanya) seksi dan njlimet.

Mau tahu rahasianya bisa mengerti humor bahasa Perancis?

Read more…

Catatan Kecil Seputar Gus Dur

January 6, 2010

Kontributor: Amrullah Hakim

Teman baikku, Arief, mengingatkan untuk menulis tentang Gus Dur. Usulan yang menarik walaupun menurut saya, sangat tidak pada tempatnya untuk menulis tentang tokoh besar ini. Sebenarnya juga saya ingin tahlil-an bersama di ciganjur, tapi kondisi rumah tidak memungkinkan untuk itu.

Saya lahir di lingkungan Muhammadiyah yg kolot dan cenderung “wahabi”, jadi dari kecil saya terbiasa dengan cara2 Muhammadiyah, kakek saya meninggal, ya ngga ada tahlil, di masjid ya ngga pakai puji-pujian, abis sholat ya ngga pakai wiridan yang keras bersama-sama. Ziarah kubur ya ngga dipentingkan. (Belakangan, wajah Muhammadiyah muda lebih ke ahlus sunnah wal jamaah). Untunglah, Ibu saya (yang memang berketurunan orang dari daerah pesisir) tetap mengajari untuk selalu terbuka terhadap pemikiran orang lain bahkan dengan kebiasaan orang lain.

Sorry terpotong sebentar, ternyata saya bisa meluncur ke tahlilan Gus Dur.

Luar biasa antusias jamaahnya. Saya sungguh berterima kasih atas kesempatan ini. “Thanks Mel, for giving me permission to get there.”

Sms ibu saya: “berdoalah!”, Ayah saya: “Selamat”. Saya sendiri belum sempat bertanya makna sms singkat ini.

Read more…

Jember: Sebuah Definisi

January 6, 2010

Kontributor: Amrullah Hakim

Dulu, ketika masih datang ke pengajian Gus Yus tiap Jumat pagi, ada pembicaraan tentang arti nama Jember dan usulan untuk mengubah nama kota Jember menjadi Jembar. Katanya Jember itu berasosiasi dengan kata becek (musim hujan di Jawa mulai pada bulan September, dan orang Jawa menandainya dari bunyi “ber” pada kata belakang bulan tersebut, misal desember = gede-gedene sumber).

Dari sini, saya memahami bahwa pada saat itu ada “ketidakmapanan” struktur sosial orang Jember, yang kalau saya amati lebih jauh, kota ini adalah kota mini kosmopolitan, karena sebagian penduduknya adalah pendatang. Ayah-Ibu saya bukan asli Jember, bahkan pembantu saya yang sudah lama ikut saya adalah orang Banyuwangi. Dan saya lahir juga bukan di kota Jember tapi di desa Rambipuji. Gejala lainnya: bahasa Jember, yang memang unik, campuran dari beberapa logat dan campuran dua bahasa: Jawa dan Madura, saya belum tahu jika Osing juga berasimilasi di sini.

Seiring dengan laju pembangunan dan ekonomi, penduduk kota ini bergeliat. Informasi yang lebih baik, menjadikan kesuksesan baru bagi generasi mudanya. Semakin banyak generasi yang sukses secara keilmuan dan keekonomian, sebagian karena mereka lebih berani untuk merantau (meneruskan tradisi orangtua-nya yang juga dulu merantau di Jember), sebagian lagi juga bisa lebih sukses dengan berani mencoba sehingga berpengalaman sangat baik di bidangnya. Dan menurut saya, pertumbuhan ini melesat tinggi, sehingga muncul “kemapanan” baru di struktur sosial orang Jember.

Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.